Sil Houette, si
gadis pemilik surai putih tulang itu memilih model rambut ponytail dalam
rekreasinya kali ini. Seperti biasa, sepasang sepatu flat melengkapi dress
cokelat selutut dan kardigan sewarna yang menggantung di tubuhnya.
Setelah seharian
berkelana sendirian di sekitar Fantasy Area dan mencoba beberapa permainan, ia
pun berakhir di sebuah kafe untuk sekedar mengistirahatkan kakinya yang
pegal-pegal sambil menikmati secangkir americano.
“Besok kita ke
mana lagi?” telinga Sil menangkap suara seorang wanita dari meja sebelahnya.
“Ada tempat yang
ingin kau kunjungi?” seorang pria merespon, balik bertanya.
Sil langsung
melengos ke luar jendela. Bibir atasnya terangkat sebelah, meremehkan. Ternyata
hanya sepasang kekasih yang sedang mengatur rencana jalan-jalan bersama.
Di luar jendela
kafe, Sil bisa melihat seorang perempuan berbalut coat merah berdiri
membelakanginya. Sil tengah asyik memperhatikan pakaian dan tas bermerk yang
menggelantung di bahu wanita tersebut, sampai akhirnya seorang pria jangkung
datang dan menggenggam tangan perempuan modis itu. Sil semakin gerah. Ia
membuang pandangan lagi.
Diraihnya
cangkir americano dari atas meja dan
menyeruput isinya sampai habis. Belum sempat cairan pahit itu masuk ke
tenggorokannya, manik kehijauan Sil malah sudah disuguhi dengan sepasang
kekasih lain yang masuk bergandengan ke dalam kafe. Alis Sil bertaut. Ada apa,
sih, dengan semua pasangan kekasih yang ada di sini?
Ia menaruh
cangkirnya sambil mengerahkan sedikit tenaga hingga terdengar dentingan khas
hasil antukan cangkir putih tersebut dengan meja kaca. Sil berdiri dan
meninggalkan mejanya dengan suntuk.
Ya, ya. Sil tahu
ia memang tidak punya pacar seperti yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar