Rabu, 09 Desember 2015

New Place, New Life (2)

Dua hari yang lalu rambut sepunggungnya belum berubah kecokelatan seperti saat ini. Bahkan tiga hari sebelum ini, gadis dengan perawakan jangkung bernama Shadene itu masih mendengar David mengulangi kebiasaan buruknya, memanggil Shad dengan julukan 'Si Rambut Emas', karena warna rambutnya yang memang sedemikian mencolok. Tapi Shad tak tahu perubahan ini akan terjadi, bahkan tidak pernah menyangka.

Ia tak pernah tahu bahwa menembus dimensi lain dari dunia sihir dapat mempengaruhi tampilan fisiknya. Masih beruntung ia tidak jatuh sakit atau semacamnya karena nekad menembus perbatasan terlarang Totten. Kalau pun rambutnya menjadi cokelat seutuhnya, Shad tidak akan menyesal. Sejak dulu ia iri melihat warna kecokelatan pada rambut David, kakaknya. Jadi ini kesempatan bagus untuk memiliki rambut baru, rambut denganwarna alami yang ia dambakan. Setidaknya itu membuat Shad tidak terlalu menyesal untuk saat ini.

Shadene bertahan pada posisi merangkaknya. Tersenyum lebar melihat berubahan mahkota kepalanya itu dari pantulan dirinya sendiri di air danau. Ujung-ujung rambutnya sudah mencumbu dinginnya air yang sedang ramah tanpa tersapu angin itu. Warna baru pada rambutnya itu, meskipun terkesan seperti kehilangan cahayanya, tapi berhasil membuat Shad betah berlama-lama menumpu badannya dengan tangan demi menatap hal yang masih terasa aneh baginya itu. Ini mengingatkan dirinya pada David.

"Kau terlihat aneh." sang gadis bicara seolah-olah yang ada di pantulan air danau itu bukanlah dirinya. Entah bagaimana pemandangan itu sangat menarik baginya. Rasanya aneh, tapi ia suka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar