Char Name : Sil
Houette
Date of Birth : 06-06
Gender : Female
Height/Weight : 172cm/55kg
Blood Type : A
***
Sil Houette
kecil pernah dua hari lamanya terabaikan di hutan Mavares, di suatu negara
miskin terpencil di benua Asia. Si gadis tak ingat apa-apa. Ia hanya tahu bahwa
malam sebelumnya ia masih tidur nyanyak di pelukan ibunya di atas sebuah kereta
kuda, sampai akhirnya ia terbangun dan sudah tergeletak di bawah sebuah pohon
rindang. Gelap dan lembab. Sebuah hutan. Sil Houette kecil ditelantarkan di
sebuah hutan.
Sil bahkan tidak
berani menangis. Tempat ini terlalu asing, Sil takut ada hantu atau monster
yang memakannya kalau ia bersuara—salah seorang anak tetangganya selalu
menakut-nakuti Sil demikian. Yang Sil ingat, saat ia terbangun, ada sebuah
sumur kira-kira tiga meter di depannya. Dan terdapat sebuah wadah besar penuh
dengan air di samping batuan yang menguatkan permukaan sumur tersebut.
Dan di sanalah
Sil kecil menunggu sang ibu dua hari lamanya. Ia hanya mengandalkan pohon ceri
yang tumbuh di dekat sumur untuk makan, dan menggunakan air yang tertampung di
wadah besar itu untuk minum dan buang air. Sil tidak tahu apa-apa. Ia hanya
anak berusia empat tahun yang lepas dari jangkauan ibunya. Dia bahkan tidak
berani pergi ke mana-mana untuk mencari sang ibu. Sil ingat nasihat ibunya tiap
kali mereka pergi ke pasar, “Kalau lepas dari ibu, jangan pergi ke mana-mana.
Berdiri diam di tempatmu agar ibu tidak kesulitan mencari. Mengerti?” Sil
bahkan masih bisa membayangkan dengan jelas bagaimana mata kehijauan sang
ibu—yang turun padanya juga—yang waswas dan serius ketika menasihati dirinya.
Hari itu Sil
bersandar pada pohon rindang yang memayunginya saat ia pertama kali terbangun
di hutan ini. Menekuk lutut, menahan suara tangisannya menunggu sang ibu
menjemput. Bahkan hingga tenggorokannya sakit sebab menahan isakan terlalu
lama. Sil kecil tertidur.
Dan ketika
membuka mata, ia ada di dalam sebuah kereta kuda yang penuh sesak dengan
kotak-kotak besar. Indera penciumannya langsung ditusuk aroma tajam hingga ia
harus menutup hidung. Seorang pria berkisar empat puluhan masuk, memperkenalkan
diri. Sil duduk memojokkan diri, takut. Rambut putih tulang seleher miliknya
sudah tidak berbentuk. Dua hari terlantar, Sil tidak bisa mengurus dirinya
sendiri.
Dia bilang
namanya Julianco. Pemuda dengan tutur kata yang halus itu memperkenalkan diri
sebagai seorang ahli herbal yang datang ke negeri ini untuk menjual
ramuan-ramuan buatannya. Julianco menemukan Sil kecil ketika ia berniat
istirahat sejenak dan mencari sumber air. Takdir membawa Julianco pada sumur
dekat pohon ceri tempat Sil kecil tertidur menunggu ibunya.
*
Sil kini tumbuh
menjadi seorang gadis berusia delapan belas tahun. Julianco merawatnya sejak
kejadian hari itu. Pria yang saat ini memasuki kepala enam itu mengajarkan Sil
tentang banyak hal. Sejak hari pertama Sil dibawa ke kediaman Julianco, ia
disambut oleh dua anak laki-laki yang tumbuh bersama dengan Sil hingga saat
ini. Dua anak laki-laki itu juga merupakan anak angkat Julainco. Isterinya
meninggal dunia saat Julianco berusia tiga puluh enam tanpa meninggalkan
seorang anak pun.
Maka di sinilah
Sil dan dua saudara angkatnya itu berada. Sang ayah angkat mengajarkan banyak
hal pada mereka, khususnya membimbing Sil Houette karena ia adalah satu-satunya
perempuan di sana.
Dari Julianco
pula Sil belajar menggunakan pedang, memanah, berkuda, bahkan tentang
obat-obatan herbal.
Soal ibunya, Sil
sudah tidak bisa mengingat apa-apa lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar