Rabu, 09 Desember 2015

[RANDOM] One of My Original Character


Char Name                  :           Sil Houette
Date of Birth               :           06-06
Gender                        :           Female
Height/Weight            :           172cm/55kg
Blood Type                 :           A

***

Sil Houette kecil pernah dua hari lamanya terabaikan di hutan Mavares, di suatu negara miskin terpencil di benua Asia. Si gadis tak ingat apa-apa. Ia hanya tahu bahwa malam sebelumnya ia masih tidur nyanyak di pelukan ibunya di atas sebuah kereta kuda, sampai akhirnya ia terbangun dan sudah tergeletak di bawah sebuah pohon rindang. Gelap dan lembab. Sebuah hutan. Sil Houette kecil ditelantarkan di sebuah hutan.

Sil bahkan tidak berani menangis. Tempat ini terlalu asing, Sil takut ada hantu atau monster yang memakannya kalau ia bersuara—salah seorang anak tetangganya selalu menakut-nakuti Sil demikian. Yang Sil ingat, saat ia terbangun, ada sebuah sumur kira-kira tiga meter di depannya. Dan terdapat sebuah wadah besar penuh dengan air di samping batuan yang menguatkan permukaan sumur tersebut.

Dan di sanalah Sil kecil menunggu sang ibu dua hari lamanya. Ia hanya mengandalkan pohon ceri yang tumbuh di dekat sumur untuk makan, dan menggunakan air yang tertampung di wadah besar itu untuk minum dan buang air. Sil tidak tahu apa-apa. Ia hanya anak berusia empat tahun yang lepas dari jangkauan ibunya. Dia bahkan tidak berani pergi ke mana-mana untuk mencari sang ibu. Sil ingat nasihat ibunya tiap kali mereka pergi ke pasar, “Kalau lepas dari ibu, jangan pergi ke mana-mana. Berdiri diam di tempatmu agar ibu tidak kesulitan mencari. Mengerti?” Sil bahkan masih bisa membayangkan dengan jelas bagaimana mata kehijauan sang ibu—yang turun padanya juga—yang waswas dan serius ketika menasihati dirinya.

Hari itu Sil bersandar pada pohon rindang yang memayunginya saat ia pertama kali terbangun di hutan ini. Menekuk lutut, menahan suara tangisannya menunggu sang ibu menjemput. Bahkan hingga tenggorokannya sakit sebab menahan isakan terlalu lama. Sil kecil tertidur.

Dan ketika membuka mata, ia ada di dalam sebuah kereta kuda yang penuh sesak dengan kotak-kotak besar. Indera penciumannya langsung ditusuk aroma tajam hingga ia harus menutup hidung. Seorang pria berkisar empat puluhan masuk, memperkenalkan diri. Sil duduk memojokkan diri, takut. Rambut putih tulang seleher miliknya sudah tidak berbentuk. Dua hari terlantar, Sil tidak bisa mengurus dirinya sendiri.

Dia bilang namanya Julianco. Pemuda dengan tutur kata yang halus itu memperkenalkan diri sebagai seorang ahli herbal yang datang ke negeri ini untuk menjual ramuan-ramuan buatannya. Julianco menemukan Sil kecil ketika ia berniat istirahat sejenak dan mencari sumber air. Takdir membawa Julianco pada sumur dekat pohon ceri tempat Sil kecil tertidur menunggu ibunya.

*

Sil kini tumbuh menjadi seorang gadis berusia delapan belas tahun. Julianco merawatnya sejak kejadian hari itu. Pria yang saat ini memasuki kepala enam itu mengajarkan Sil tentang banyak hal. Sejak hari pertama Sil dibawa ke kediaman Julianco, ia disambut oleh dua anak laki-laki yang tumbuh bersama dengan Sil hingga saat ini. Dua anak laki-laki itu juga merupakan anak angkat Julainco. Isterinya meninggal dunia saat Julianco berusia tiga puluh enam tanpa meninggalkan seorang anak pun.

Maka di sinilah Sil dan dua saudara angkatnya itu berada. Sang ayah angkat mengajarkan banyak hal pada mereka, khususnya membimbing Sil Houette karena ia adalah satu-satunya perempuan di sana.
Dari Julianco pula Sil belajar menggunakan pedang, memanah, berkuda, bahkan tentang obat-obatan herbal.

Soal ibunya, Sil sudah tidak bisa mengingat apa-apa lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar